Archive for April, 2008

h1

Apa sih SLR itu.,???

April 12, 2008

SLR adalah singkatan dari Single Lens Refleks. ini adalah jenis kamera yang paling umum, ciri utama dari SLR adalah lensanya cuma satu. Sinar yang dilewatkan oleh lensa, dipantulkan oleh sebuah cermin ke arah prisma di atas cermin lalu ke lobang ngintip di belakang kamera.

pas motret, cermin akan ngangkat supaya cahaya dari lensa bisa langsung diteruskan ke film.

lensa di kamera ini bisa di ganti2… dan kebanyakan (kebanyakan… bukan semua) kamera yang pake sistem ini memakai format film 135 (film biasa). kamera dengan format medium (film dengan lebar 6cm) juga ada yang pake sistem SLR. tapi tidak umum.

jenis kamera yang hampir sama dengan SLR adalah TLR, Twin Lens Reflek. kamera TLR memiliki dua lensa di bodi-nya (atas-bawah). lensa yang di atas berguna untuk meneruskan cahaya ke cermin untuk memantulkan ke lobang ngintip di atas kamera.

lensa yang bawah meneruskan cahaya langsung ke film. kamera ini juga memakan film format medium (lebar 6cm).

Musuh terbesar camera adalah “noise

Noise adalah kesalahan perhitungan dari sensor digital camera, sehingga warna yang tercatat pada file berbeda jauh ketimbang aslinya. Sehingga gambar kita akan telihat seperti cacat, keluar titik putih atau kekurangan warna.

Apa bedanya 8MP point-and-shoot dengan 8MP SLR?
beda di ukuran fisik sensor itu sendiri. kalau di point-and-shoot, sensornya berukuran lebih kecil ketimbang yang di SLR. jadi, bedanya bisa sampai 2/3x lebih besar SLR dari pada pocket, hal ini dilakukan untuk bisa menghemat biaya. sehingga pada hasil akhirnya, kamera dapat dijual lebih murah ketimbang kelas SLR.

Karena pada point-and-shoot lebih banyak sensor yang dimampatkan dalam satu bidang ukuran panjang dan lebar, kemungkinan untuk melakukan kesalahan perhitungan warna, lebih mungkin terjadi. dus, lebih banyak noise-nya. kalo banyak noise, maka hasilnya pun akan tidak maksimal.

ISO speed yang tinggi biasanya dipakai pada kondisi cahaya yang kurang. dengan cahaya-nya minim, sensor dipaksa untuk tetap bisa membaca cahaya yang masuk. akibat ‘pemaksaan’ tersebut, sensor melakukan kesalahan dalam perhitungan warna. dus membuat noise di file gambar. dus membuat gambar tidak bagus.

DAN pada sensor kamera yang bagus (dan biasanya lebih mahal), kesalahan perhitungan lebih kecil ketimbang pada kamera yang sensor kameranya lebih jelek. sehingga noisenya pun jadi lebih sedikit pada kamera yang bagus.